Rabu, 02 November 2011

Konsepsi IBD dalam Kesusastraan

Definisi Puisi
Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.
(1) Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
(2) Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
(3) Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur. 

Definisi Prosa
     Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif.

Jenis-Jenis Puisi
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
PUISI LAMA
Ciri-ciri puisi lama:
*       Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
*       Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
*       Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Yang termasuk puisi lama adalah:
Ø  Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Ø  Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Ø  Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Ø  Seloka adalah pantun berkait.
Ø  Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Ø  Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Ø  Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

PUISI BARU
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Menurut isinya, puisi baru dibedakan atas:
v  Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
v  Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
v  Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
v  Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
v  Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
v  Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
v  Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.




Contoh Puisi
LAUT YANG RAMAI
(by Ayi Jufridar)
Laut mendadak ramai
deburan ombak terseret angin
ke tengah samudera itu
sedang di bibir pantai
orang saja menari-nari
Laut mengundang sehamparan gunung samudera
datanglah dari penjuru segala
melihat kami menari
menjelang akhir sodorkan air
ketika tubuh bermandi peluh
tapi jangan suguhkan seudati*)
sebab ia sudah mati
Datang,
datanglah dari penjuru segala
ramaikan laut kami yang sepi
dengan lagumu yang sarat cinta

Contoh Prosa
Contoh prosa dapat berupa,Karmina,Pantun,Seloka,dan Talibun.
1. Karya Sastra Melayu Klasik,Karmina:
Sudah gaharu cendana pula.
Sudah tahu masih bertanya pula.
2. Karya Sastra Melayu Klasik , Pantun:
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang.
3. Karya Sastra Melayu Klasik,Seloka:
Anak pak dolah makan lepat
makan lepat sambil melompat
nak hantar kad raya dah tak sempat
pakai sms pun ok wat ?
4. Karya Sastra Melayu Klasik – Talibun
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu

 

Referensi:


http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa
http://endonesa.wordpress.com/2008/09/08/puisi-definisi-dan-unsur-unsurnya/
Buku IBD, Penerbit Gunadarma
Erich Fromm (1983:54) dalam bukunya Semi Mencintai

Selasa, 25 Oktober 2011

Open URL

OpenURL merupakan perintah atau mekanisme untuk mengubah sebuah data bibliografi, sitasi atau rujukan ke sebuah sumber informasi (biasanya berupa sumber bibliografis) menjadi URL (Uniform Resource Locator, alias alamat dari sebuah berkas di Internet). Pencipta awal teknik ini adalah Herbert Van de Sompel dari Library Automation Team di University of Ghent, dan Oren Beit-Arie dari Ex Libris. Pengembangan selanjutnya dilakukan oleh NISO (National Information Standards Organization) untuk menjadi bagian dari International ANSI (American National Standards Institute) Z39.88. Secara garis besarnya, OpenURL memindahkan metadata tentang suatu berkas tertentu (misalnya sebuah artikel jurnal elektronik) ke apa yang disebut dengan link resolver. Lalu, link resolver ini melakukan parsing (menganalisa) dan membuat kaitan (link) ke berkas yang bersangkutan.

Untuk dapat melakukan ini, OpenURL terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian yang bernama BASE URL yang berisi identifikasi untuk dikenali oleh link resolver. Kedua, bagian yang berisi QUERY, mengandung satu atau lebih DESCRIPTION. Setiap DESCRIPTION berisi metadata yang sebenarnya merupakan rujukan ke artikel atau sumber informasi yang dituju. Contoh dari sebuah OpenURL:

Dalam contoh di atas, maka yang dimaksud BASEURL adalah:

Perhatikanlah bahwa ini adalah URL atau alamat dari UKOLN OpenResolver dan alamat inilah yang akan menjadi resolver. Biasanya alamat ini ditetapkan oleh institusi tempat seorang pengguna berada. Sisa informasi yang terkandung dalam contoh di atas adalah QUERY, yang terdiri dari satu DESCRIPTION panjang tentang sebuah artikel berjudul 'Information gateways: collaboration on content' karangan Rachel Heery, diterbitkan di jurnal 'Online Information Review' volume 24. Dengan contoh ini dapat dikatakan pula, OpenURL dan link resolver¬-nya itu adalah sebuah program yang dapat membaca metadata untuk kepentingan pencari informasi, dan kemudian dapat menggunakan metadata itu untuk memeriksa dan mengambil informasi dari berbagai sumber.

Dalam praktiknya di lapangan, proses kerja OpenURL ini dapat digambarkan secara sederhana sebagai berikut:
• Seorang pengunjung perpustakaan membuka sebuah pangkalan data untuk mencari dan menemukan sebuah sitasi (rujukan) ke sebuah artikel tentang perpustakaan digital. Dia tidak menemukan artikelnya di pangkalan data tersebut.
• Pengguna lalu mengklik tombol CARI untuk memerintahkan komputer melakukan pencarian.
• Pencarian dilakukan dengan mengirim informasi OpenURL ke link resolver. Dengan kata lain, mengirim DESCRIPTION ke BASE URL.
• Link resolver lalu menerjemahkan perintah itu dan menelusur pangkalan data perpustakaan untuk melihat koleksi apa saja yang dimiliki atau dilanggan oleh perpustakaan tersebut.
• Link resolver menemukan sebuah sumber lalu menampilkannya di layar.
• Pengguna mengklik menu dan mengambil berkas PDF berisi artikel yang diperlukannya (dalam contoh di atas adalah artikel Information gateways: collaboration on content karangan Rachel Heery)

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/OpenURL

Minggu, 16 Oktober 2011

Ilmu Budaya Dasar

       Secara sederhana  Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Adapun Tujuan Ilmu Budaya Dasar itu sendiri yaitu;
merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian Ilmu ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian seseorang dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
    * Mengusahakan kepekaan manusia terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
    * Memberi kesempatan kepada manusia untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
    * Mengusahakan agar kita, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
    * menguasahakan wahana komunikasi  agar kita lebih mahir dalam berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi. 

 Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah   kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.
manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhlik lainnya. Karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri.
Hakekat manusia yakni:
1.      Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3.      yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
5.      Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
6.      Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
7.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
8.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Kehidupan adalah ciri yang membedakan objek yang memiliki isyarat dan proses penompang diri (organisme hidup) dengan objek yang tidak memilikinya baik karena fungsi-fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tidak memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati.
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
unsur-unsur kebudayaan universal, antaralain :
·         Bahasa
·         Sistem Pengetahuan
·         Organisasi Sosial
·         Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
·         Sistem Mata Pencaharian
·         Sistem Religi
·         Kesenian
 
Wujud kebudayaan
1. Wujud Ide
Wujud tersebut menunjukann wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.
Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.
2.  Wujud perilaku
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.
3. Wujud Artefak
Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.


Hubunga manusia dengan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dari sisi lain hubungan antar manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan manusia dan masyarakat yang dinyatakan sebagai dialektis.
Proses dialektis ini tercupta melalui tiga tahap,yaitu :
1. Eksternalisasi: Proses manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunia.
2. Obyektivitas: Proses masyarakat menjadi realitas obyektif,menjadikan masyarakat dengan segala pranata sosialnnya untuk mempengaruhi,dan membentuk perilaku manusia.
3. Internalisasi: Proses manusia mempelajari kembali masyarakatnya agar dia dapat hidup baik,hingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.


Referensi